{"id":2845,"date":"2025-07-18T08:10:42","date_gmt":"2025-07-18T08:10:42","guid":{"rendered":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/?p=2845"},"modified":"2025-07-18T08:10:42","modified_gmt":"2025-07-18T08:10:42","slug":"cara-membuat-cohort-retention-chart","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/","title":{"rendered":"Cara Membuat Cohort Retention Chart"},"content":{"rendered":"\n<p>Sebelum kita bahas lebih dalam tentang cara membuat cohort retention chart, penting untuk memahami dulu konsep dasar dari chart ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam dunia analitik, khususnya yang berkaitan dengan produk digital, memahami perilaku pengguna sangatlah penting. Salah satu cara yang efektif untuk melakukannya adalah dengan menggunakan cohort analysis.<\/p>\n\n\n\n<p>Cohort retention chart adalah sebuah visualisasi yang menunjukkan bagaimana kelompok pengguna (cohort) bertahan atau terus menggunakan sebuah produk dari waktu ke waktu. <\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, pengguna yang pertama kali mendaftar pada minggu pertama Juli akan dibandingkan tingkat retensinya dengan pengguna yang mendaftar di minggu-minggu berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Chart ini sangat berguna untuk mengidentifikasi tren retensi pengguna, mengevaluasi efektivitas pembaruan produk, serta membantu dalam mengambil keputusan berbasis data.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi kamu yang ingin membuktikan keahlian di dunia analisis data, <a href=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/sertifikasi-data-analyst\/\">Sertifikasi Data Analyst <\/a>adalah langkah konkret untuk menonjol di tengah persaingan kerja yang ketat<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_76 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/#Persiapan_Data_untuk_Membuat_Cohort_Retention_Chart\" >Persiapan Data untuk Membuat Cohort Retention Chart<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/#1_Menentukan_Cohort_Berdasarkan_Aktivitas_Pengguna\" >1. Menentukan Cohort Berdasarkan Aktivitas Pengguna<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/#2_Mengorganisir_Data_Aktivitas_Selanjutnya\" >2. Mengorganisir Data Aktivitas Selanjutnya<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/#Platform_dan_Tools_untuk_Membuat_Cohort_Retention_Chart\" >Platform dan Tools untuk Membuat Cohort Retention Chart<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/#1_Menggunakan_Google_Sheets_atau_Excel\" >1. Menggunakan Google Sheets atau Excel<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/#2_Alternatif_Menggunakan_SQL_dan_BI_Tools\" >2. Alternatif Menggunakan SQL dan BI Tools<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/#Proses_Langkah_demi_Langkah_Cara_Membuat_Cohort_Retention_Chart\" >Proses Langkah demi Langkah Cara Membuat Cohort Retention Chart<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/#1_Membuat_Tabel_Cohort\" >1. Membuat Tabel Cohort<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/#2_Mengisi_Data_Retensi_Pengguna\" >2. Mengisi Data Retensi Pengguna<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/#3_Mengubah_Data_Menjadi_Persentase\" >3. Mengubah Data Menjadi Persentase<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/#4_Membuat_Visualisasi_Retention_Chart\" >4. Membuat Visualisasi Retention Chart<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/#Analisis_dan_Optimasi_dari_Hasil_Retention_Chart\" >Analisis dan Optimasi dari Hasil Retention Chart<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/#1_Membandingkan_Retensi_Antar_Cohort\" >1. Membandingkan Retensi Antar Cohort<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/#2_Menentukan_Titik_Penurunan_Retensi\" >2. Menentukan Titik Penurunan Retensi<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/#Kesalahan_Umum_Saat_Membuat_Cohort_Retention_Chart\" >Kesalahan Umum Saat Membuat Cohort Retention Chart<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/#1_Menggunakan_Periode_yang_Tidak_Relevan\" >1. Menggunakan Periode yang Tidak Relevan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-17\" href=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/#2_Data_Tidak_Bersih_atau_Tidak_Lengkap\" >2. Data Tidak Bersih atau Tidak Lengkap<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-18\" href=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Persiapan_Data_untuk_Membuat_Cohort_Retention_Chart\"><\/span><strong>Persiapan Data untuk Membuat Cohort Retention Chart<\/strong><strong><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Sebelum kita masuk ke proses visualisasi, ada beberapa hal penting yang perlu dipersiapkan. Tanpa data yang benar dan terstruktur, cohort retention chart tidak akan memberikan insight yang valid.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Menentukan_Cohort_Berdasarkan_Aktivitas_Pengguna\"><\/span>1. <strong>Menentukan Cohort Berdasarkan Aktivitas Pengguna<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Langkah pertama dalam cara membuat cohort retention chart\u00a0adalah menentukan siapa saja pengguna yang akan dimasukkan ke dalam masing-masing cohort. <\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya, ini didasarkan pada waktu pertama kali mereka melakukan aktivitas penting seperti registrasi atau pembelian pertama. <\/p>\n\n\n\n<p>Cohort bisa dikelompokkan berdasarkan harian, mingguan, atau bulanan tergantung pada volume data dan kebutuhan analisis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Mengorganisir_Data_Aktivitas_Selanjutnya\"><\/span>2. <strong>Mengorganisir Data Aktivitas Selanjutnya<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah cohort ditentukan, selanjutnya adalah melacak aktivitas pengguna tersebut di waktu-waktu berikutnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, pengguna yang mendaftar di minggu pertama Juli akan diamati apakah mereka kembali di minggu kedua, ketiga, dan seterusnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Data ini menjadi dasar untuk mengukur tingkat retensi dalam bentuk jumlah pengguna aktif atau persentase dari total cohort awal.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Platform_dan_Tools_untuk_Membuat_Cohort_Retention_Chart\"><\/span><strong>Platform dan Tools untuk Membuat Cohort Retention Chart<\/strong><strong><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Bicara soal cara membuat cohort retention chart, kamu bisa melakukannya secara manual atau otomatis. Beberapa tools menyediakan fitur ini secara langsung, tapi tidak semua orang punya akses atau pengetahuan teknis untuk menggunakannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Menggunakan_Google_Sheets_atau_Excel\"><\/span>1. <strong>Menggunakan Google Sheets atau Excel<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika kamu ingin cara yang sederhana dan mudah, Google Sheets atau Excel bisa jadi pilihan terbaik. Di sini kamu bisa membuat tabel cohort secara manual, mengisi data retensi dari waktu ke waktu, lalu mengubahnya ke dalam bentuk persentase. <\/p>\n\n\n\n<p>Setelah itu, chart bisa dibuat dengan fitur visualisasi seperti conditional formatting (heatmap) atau grafik batang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Alternatif_Menggunakan_SQL_dan_BI_Tools\"><\/span>2. <strong>Alternatif Menggunakan SQL dan BI Tools<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk yang lebih berpengalaman, kamu bisa menggunakan SQL untuk meng-query data langsung dari database. Hasil query kemudian bisa diekspor ke tools visualisasi seperti Tableau atau Power BI. <\/p>\n\n\n\n<p>Ini cocok jika kamu bekerja di perusahaan dengan volume data besar dan sudah memiliki pipeline data yang baik.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Proses_Langkah_demi_Langkah_Cara_Membuat_Cohort_Retention_Chart\"><\/span><strong>Proses Langkah demi Langkah Cara Membuat Cohort Retention Chart<\/strong><strong><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah semua data siap, sekarang saatnya masuk ke tahap implementasi. Di bagian ini, kita akan bahas prosesnya secara bertahap, dimulai dari pembuatan tabel hingga visualisasi akhir.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Membuat_Tabel_Cohort\"><\/span>1. <strong>Membuat Tabel Cohort<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Langkah awal adalah membuat tabel dasar yang memuat daftar cohort berdasarkan waktu pendaftaran atau aktivitas awal pengguna. <\/p>\n\n\n\n<p>Baris pada tabel ini mewakili cohort, sedangkan kolom menunjukkan minggu atau bulan ke berapa sejak pengguna pertama kali bergabung.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Mengisi_Data_Retensi_Pengguna\"><\/span>2. <strong>Mengisi Data Retensi Pengguna<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Langkah berikutnya dalam cara membuat cohort retention chart\u00a0adalah mengisi tabel dengan jumlah pengguna yang masih aktif di setiap periode setelah pendaftaran. <\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, dari 100 pengguna di minggu pertama, jika 70 masih aktif di minggu kedua, maka angka \u201c70\u201d dicatat di kolom minggu ke-2 untuk cohort tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Mengubah_Data_Menjadi_Persentase\"><\/span>3. <strong>Mengubah Data Menjadi Persentase<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk memudahkan interpretasi, ubah jumlah pengguna menjadi persentase retensi dari cohort awal. Rumusnya cukup sederhana (jumlah pengguna yang kembali \u00f7 total pengguna cohort) \u00d7 100. Hasil ini akan memperlihatkan persentase pengguna yang tetap bertahan dari waktu ke waktu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Membuat_Visualisasi_Retention_Chart\"><\/span>4. <strong>Membuat Visualisasi Retention Chart<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Terakhir, buat visualisasi untuk memudahkan analisis. Di Google Sheets, kamu bisa menggunakan fitur conditional formatting untuk membuat heatmap. <\/p>\n\n\n\n<p>Warna gelap bisa menandakan retensi tinggi, sedangkan warna terang menunjukkan penurunan. Ini akan memberikan gambaran visual yang jelas tentang seberapa baik tiap cohort mempertahankan penggunanya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Analisis_dan_Optimasi_dari_Hasil_Retention_Chart\"><\/span><strong>Analisis dan Optimasi dari Hasil Retention Chart<\/strong><strong><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah grafik dibuat, pekerjaan belum selesai. Analisis yang baik akan membantu kamu mendapatkan insight berharga dari data yang ada.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Membandingkan_Retensi_Antar_Cohort\"><\/span>1. <strong>Membandingkan Retensi Antar Cohort<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Salah satu kegunaan utama dari cohort retention chart adalah kemampuan untuk membandingkan cohort satu dengan lainnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Apakah cohort bulan Maret memiliki retensi lebih baik dibanding cohort bulan April? Jika ya, apa yang dilakukan berbeda? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini bisa membuka peluang untuk optimasi produk.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Menentukan_Titik_Penurunan_Retensi\"><\/span>2. <strong>Menentukan Titik Penurunan Retensi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dengan chart ini, kamu juga bisa mengetahui di titik mana retensi mulai menurun tajam. Apakah banyak pengguna yang hilang di minggu pertama? Atau baru setelah minggu ketiga? Informasi ini bisa digunakan untuk merancang strategi retensi seperti email reminder, notifikasi, atau peningkatan fitur.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesalahan_Umum_Saat_Membuat_Cohort_Retention_Chart\"><\/span><strong>Kesalahan Umum Saat Membuat Cohort Retention Chart<\/strong><strong><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Membuat cohort retention chart bisa terlihat sederhana, tapi ada beberapa kesalahan yang sering terjadi dan perlu dihindari agar hasil analisis tetap akurat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Menggunakan_Periode_yang_Tidak_Relevan\"><\/span>1. <strong>Menggunakan Periode yang Tidak Relevan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Memilih interval waktu yang tidak sesuai dengan karakteristik produk dapat menyebabkan hasil yang menyesatkan. Misalnya, produk dengan siklus penggunaan harian sebaiknya dianalisis dengan cohort harian, bukan bulanan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Data_Tidak_Bersih_atau_Tidak_Lengkap\"><\/span>2. <strong>Data Tidak Bersih atau Tidak Lengkap<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika data pengguna tidak akurat misalnya terdapat banyak akun palsu atau aktivitas yang tercatat ganda maka hasil dari cohort retention chart juga akan bias. Selalu pastikan data telah dibersihkan sebelum dianalisis.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span><strong>Kesimpulan<\/strong><strong><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Mengetahui cara membuat cohort retention chart\u00a0adalah keterampilan penting di era digital saat ini, terutama bagi tim produk, marketing, atau analis data. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan chart ini, kamu bisa memahami bagaimana perilaku pengguna berkembang dari waktu ke waktu, mengidentifikasi masalah dalam retensi, dan mencari solusi yang tepat untuk meningkatkannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Mulailah dengan memahami cohort, siapkan data dengan benar, olah dalam tabel, lalu visualisasikan. Jangan lupa untuk terus menganalisis dan mengevaluasi setiap cohort agar strategi retensi kamu bisa terus berkembang. Ingat, data yang baik bisa memberi keputusan yang lebih baik pula.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebelum kita bahas lebih dalam tentang cara membuat cohort retention chart, penting untuk memahami dulu konsep dasar dari chart ini. Dalam dunia analitik, khususnya yang berkaitan dengan produk digital, memahami perilaku pengguna sangatlah penting. Salah satu cara yang efektif untuk melakukannya adalah dengan menggunakan cohort analysis. Cohort retention chart adalah sebuah visualisasi yang menunjukkan bagaimana [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2846,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[],"class_list":["post-2845","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-data-analyst"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Membuat Cohort Retention Chart - digidesain<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mengetahui cara membuat cohort retention chart\u00a0adalah keterampilan penting di era digital saat ini, terutama bagi tim produk, marketing, atau analis data.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Membuat Cohort Retention Chart - digidesain\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mengetahui cara membuat cohort retention chart\u00a0adalah keterampilan penting di era digital saat ini, terutama bagi tim produk, marketing, atau analis data.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"digidesain\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-18T08:10:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Tambahkan-judul-36.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/#\/schema\/person\/d280cd31dcb72556d28bb5e5d800edc7\"},\"headline\":\"Cara Membuat Cohort Retention Chart\",\"datePublished\":\"2025-07-18T08:10:42+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/\"},\"wordCount\":945,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Tambahkan-judul-36.png\",\"articleSection\":[\"Data Analyst\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/\",\"url\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/\",\"name\":\"Cara Membuat Cohort Retention Chart - digidesain\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Tambahkan-judul-36.png\",\"datePublished\":\"2025-07-18T08:10:42+00:00\",\"description\":\"Mengetahui cara membuat cohort retention chart\u00a0adalah keterampilan penting di era digital saat ini, terutama bagi tim produk, marketing, atau analis data.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Tambahkan-judul-36.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Tambahkan-judul-36.png\",\"width\":600,\"height\":400,\"caption\":\"Cara Membuat Cohort Retention Chart\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara Membuat Cohort Retention Chart\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/\",\"name\":\"digidesain\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"digidesain\",\"url\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cropped-Logo_Kompetitor_Ditekindo_Transparan-29-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cropped-Logo_Kompetitor_Ditekindo_Transparan-29-removebg-preview.png\",\"width\":821,\"height\":304,\"caption\":\"digidesain\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/#\/schema\/person\/d280cd31dcb72556d28bb5e5d800edc7\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3dcf6ac8dbcf6d7ff9d94e77a3d4678358491d700ca4e9e22887fb52fcd0009?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3dcf6ac8dbcf6d7ff9d94e77a3d4678358491d700ca4e9e22887fb52fcd0009?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/digidesain.com\"],\"url\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Membuat Cohort Retention Chart - digidesain","description":"Mengetahui cara membuat cohort retention chart\u00a0adalah keterampilan penting di era digital saat ini, terutama bagi tim produk, marketing, atau analis data.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Cara Membuat Cohort Retention Chart - digidesain","og_description":"Mengetahui cara membuat cohort retention chart\u00a0adalah keterampilan penting di era digital saat ini, terutama bagi tim produk, marketing, atau analis data.","og_url":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/","og_site_name":"digidesain","article_published_time":"2025-07-18T08:10:42+00:00","og_image":[{"width":600,"height":400,"url":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Tambahkan-judul-36.png","type":"image\/png"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/#\/schema\/person\/d280cd31dcb72556d28bb5e5d800edc7"},"headline":"Cara Membuat Cohort Retention Chart","datePublished":"2025-07-18T08:10:42+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/"},"wordCount":945,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Tambahkan-judul-36.png","articleSection":["Data Analyst"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/","url":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/","name":"Cara Membuat Cohort Retention Chart - digidesain","isPartOf":{"@id":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Tambahkan-judul-36.png","datePublished":"2025-07-18T08:10:42+00:00","description":"Mengetahui cara membuat cohort retention chart\u00a0adalah keterampilan penting di era digital saat ini, terutama bagi tim produk, marketing, atau analis data.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/#primaryimage","url":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Tambahkan-judul-36.png","contentUrl":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Tambahkan-judul-36.png","width":600,"height":400,"caption":"Cara Membuat Cohort Retention Chart"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/cara-membuat-cohort-retention-chart\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara Membuat Cohort Retention Chart"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/","name":"digidesain","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/#organization","name":"digidesain","url":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cropped-Logo_Kompetitor_Ditekindo_Transparan-29-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cropped-Logo_Kompetitor_Ditekindo_Transparan-29-removebg-preview.png","width":821,"height":304,"caption":"digidesain"},"image":{"@id":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/#\/schema\/person\/d280cd31dcb72556d28bb5e5d800edc7","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3dcf6ac8dbcf6d7ff9d94e77a3d4678358491d700ca4e9e22887fb52fcd0009?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3dcf6ac8dbcf6d7ff9d94e77a3d4678358491d700ca4e9e22887fb52fcd0009?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/digidesain.com"],"url":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2845","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2845"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2845\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2847,"href":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2845\/revisions\/2847"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2846"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2845"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2845"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2845"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}