{"id":2757,"date":"2025-07-08T07:25:48","date_gmt":"2025-07-08T07:25:48","guid":{"rendered":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/?p=2757"},"modified":"2025-07-08T07:25:48","modified_gmt":"2025-07-08T07:25:48","slug":"perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/","title":{"rendered":"Perbedaan Data Analyst dan Data Scientist"},"content":{"rendered":"\n<p>Perbedaan Data Analyst dan Data Scientist, profesi yang berhubungan dengan data semakin banyak dibutuhkan. Dua di antaranya yang paling sering terdengar adalah data analyst dan data scientist. Meski terdengar mirip, sebenarnya ada perbedaan mendasar di antara keduanya. <\/p>\n\n\n\n<p>Nah, buat kamu yang masih bingung apa itu data analyst dan data scientist, yuk kita bahas dengan cara yang santai dan mudah dipahami.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/index.php\/2025\/06\/24\/sertifikasi-data-analyst\/\">Sertifikasi Data Analyst?<\/a><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_76 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/#Pengertian_Data_Analyst\" >Pengertian Data Analyst<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/#Pengertian_Data_Scientist\" >Pengertian Data Scientist<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/#Skill_yang_Dibutuhkan\" >Skill yang Dibutuhkan<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/#1_Skill_yang_Harus_Dimiliki_Data_Analyst\" >1. Skill yang Harus Dimiliki Data Analyst<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/#2_Skill_yang_Dibutuhkan_Data_Scientist\" >2. Skill yang Dibutuhkan Data Scientist<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/#Fokus_Pekerjaan_dan_Output\" >Fokus Pekerjaan dan Output<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/#1_Fokus_Data_Analyst\" >1. Fokus Data Analyst<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/#2_Fokus_Data_Scientist\" >2. Fokus Data Scientist<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/#Tools_yang_Digunakan\" >Tools yang Digunakan<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/#1_Tools_untuk_Data_Analyst\" >1. Tools untuk Data Analyst<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/#2_Tools_yang_Digunakan_Data_Scientist\" >2. Tools yang Digunakan Data Scientist<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/#Karier_dan_Gaji\" >Karier dan Gaji<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/#1_Karier_Data_Analyst\" >1. Karier Data Analyst<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/#2_Karier_Data_Scientist\" >2. Karier Data Scientist<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Data_Analyst\"><\/span>Pengertian Data Analyst<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Kalau kita ibaratkan data sebagai bahan mentah, maka data analyst adalah &#8220;koki&#8221; yang mengolah bahan mentah itu jadi masakan yang siap dinikmati. S<\/p>\n\n\n\n<p>eorang data analyst bertugas menganalisis data yang sudah ada untuk membantu perusahaan membuat keputusan yang lebih baik. Fokus mereka lebih ke apa yang sudah terjadi di masa lalu dan bagaimana tren data bisa membantu memahami situasi saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Tugas utama seorang data analyst biasanya berkisar pada pengumpulan data, pembersihan data, lalu mengolahnya menjadi informasi yang bisa dipahami oleh tim manajemen. Mereka juga sering membuat visualisasi data dalam bentuk grafik atau dashboard yang menarik.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Data_Scientist\"><\/span>Pengertian Data Scientist<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Nah, kalau data analyst ibaratnya &#8220;koki&#8221;, maka data scientist lebih seperti &#8220;ilmuwan dapur&#8221;. Mereka nggak cuma mengolah data, tapi juga bereksperimen dan menciptakan resep baru dari data yang ada. Data scientist bekerja dengan algoritma, model prediktif, dan teknik statistik lanjutan untuk mencari pola dan memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p>Data scientist biasanya terlibat dalam membangun model machine learning, melakukan analisis eksploratif terhadap data besar, dan menciptakan solusi berbasis data yang bisa diterapkan secara otomatis dalam sistem perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Skill_yang_Dibutuhkan\"><\/span>Skill yang Dibutuhkan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Nah, sekarang kita masuk ke bagian yang sering jadi pertimbangan utama: skill atau kemampuan teknis. Meskipun ada tumpang tindih, skill yang dibutuhkan oleh data analyst dan data scientist cukup berbeda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Skill_yang_Harus_Dimiliki_Data_Analyst\"><\/span>1. Skill yang Harus Dimiliki Data Analyst<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Seorang data analyst umumnya harus menguasai tools seperti Excel, SQL, dan software visualisasi data seperti Tableau atau Power BI. Selain itu, kemampuan dasar statistik dan logika bisnis juga sangat penting.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Skill_yang_Dibutuhkan_Data_Scientist\"><\/span>2. Skill yang Dibutuhkan Data Scientist<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Kalau kamu ingin jadi data scientist, kamu harus siap mendalami bahasa pemrograman seperti Python atau R, algoritma machine learning, serta statistik tingkat lanjut. Nggak cuma itu, pemahaman tentang big data dan teknologi cloud juga bisa jadi nilai plus.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fokus_Pekerjaan_dan_Output\"><\/span>Fokus Pekerjaan dan Output<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Selain skill, hal lain yang membedakan dua profesi ini adalah fokus pekerjaan dan output atau hasil kerjanya. Yuk, kita bahas satu per satu dengan santai.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Fokus_Data_Analyst\"><\/span>1. Fokus Data Analyst<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Data analyst lebih fokus pada pengolahan dan pelaporan data historis. Mereka membantu perusahaan memahami apa yang sudah terjadi dan mengapa itu terjadi. Hasil kerjanya biasanya berupa laporan, grafik, atau insight yang siap pakai.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Fokus_Data_Scientist\"><\/span>2. Fokus Data Scientist<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Sementara itu, data scientist lebih banyak bekerja untuk memprediksi masa depan dan menciptakan sistem yang bisa belajar sendiri dari data. Output mereka bisa berupa model prediktif, algoritma machine learning, atau sistem rekomendasi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tools_yang_Digunakan\"><\/span>Tools yang Digunakan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Setiap profesi pasti punya alat tempurnya masing-masing. Begitu juga dengan data analyst dan data scientist. Meski ada beberapa tools yang digunakan bersama, ada juga perbedaan signifikan di antara keduanya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Tools_untuk_Data_Analyst\"><\/span>1. Tools untuk Data Analyst<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Data analyst biasanya menggunakan Excel, SQL, dan tools visualisasi seperti Tableau atau Power BI. Beberapa mungkin juga menggunakan Python untuk analisis dasar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Tools_yang_Digunakan_Data_Scientist\"><\/span>2. Tools yang Digunakan Data Scientist<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Data scientist lebih sering menggunakan bahasa pemrograman seperti Python atau R, library machine learning seperti scikit-learn dan TensorFlow, serta platform big data seperti Apache Spark.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Karier_dan_Gaji\"><\/span>Karier dan Gaji<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Buat kamu yang tertarik mengejar salah satu profesi ini, pasti penasaran juga soal prospek karier dan gajinya. Tenang, kita bahas tanpa istilah ribet.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Karier_Data_Analyst\"><\/span>1. Karier Data Analyst<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Biasanya, seseorang memulai karier di bidang data sebagai data analyst. Dari sini, mereka bisa berkembang jadi business analyst, data engineer, atau bahkan beralih ke data scientist jika punya skill yang cukup.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Karier_Data_Scientist\"><\/span>2. Karier Data Scientist<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Karier data scientist cenderung lebih teknikal. Mereka bisa naik ke posisi seperti machine learning engineer, AI specialist, hingga posisi strategis seperti Chief Data Officer (CDO).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Jadi, kesimpulannya apa sih perbedaan data analyst dan data scientist? Data analyst lebih fokus pada analisis data historis dan membantu pengambilan keputusan bisnis berdasarkan data yang ada. Sementara data scientist menggunakan data untuk membangun model prediktif dan solusi berbasis teknologi yang lebih canggih.<\/p>\n\n\n\n<p>Keduanya sama-sama penting dan saling melengkapi. Pilih yang sesuai dengan minat dan skill kamu, ya! Kalau kamu suka analisis dan visualisasi data, data analyst bisa jadi pilihan yang pas. <\/p>\n\n\n\n<p>Tapi kalau kamu tertarik dengan statistik lanjutan, coding, dan prediksi, data scientist mungkin lebih cocok buatmu.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perbedaan Data Analyst dan Data Scientist, profesi yang berhubungan dengan data semakin banyak dibutuhkan. Dua di antaranya yang paling sering terdengar adalah data analyst dan data scientist. Meski terdengar mirip, sebenarnya ada perbedaan mendasar di antara keduanya. Nah, buat kamu yang masih bingung apa itu data analyst dan data scientist, yuk kita bahas dengan cara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2758,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[24],"class_list":["post-2757","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-data-analyst","tag-data"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Perbedaan Data Analyst dan Data Scientist - digidesain<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Jadi, kesimpulannya apa sih perbedaan data analyst dan data scientist? Data analyst lebih fokus pada analisis data historis dan membantu pengambilan keputusan bisnis berdasarkan data yang ada.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perbedaan Data Analyst dan Data Scientist - digidesain\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jadi, kesimpulannya apa sih perbedaan data analyst dan data scientist? Data analyst lebih fokus pada analisis data historis dan membantu pengambilan keputusan bisnis berdasarkan data yang ada.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"digidesain\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-08T07:25:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Tambahkan-judul-8.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/#\/schema\/person\/d280cd31dcb72556d28bb5e5d800edc7\"},\"headline\":\"Perbedaan Data Analyst dan Data Scientist\",\"datePublished\":\"2025-07-08T07:25:48+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/\"},\"wordCount\":730,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Tambahkan-judul-8.png\",\"keywords\":[\"data\"],\"articleSection\":[\"Data Analyst\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/\",\"url\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/\",\"name\":\"Perbedaan Data Analyst dan Data Scientist - digidesain\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Tambahkan-judul-8.png\",\"datePublished\":\"2025-07-08T07:25:48+00:00\",\"description\":\"Jadi, kesimpulannya apa sih perbedaan data analyst dan data scientist? Data analyst lebih fokus pada analisis data historis dan membantu pengambilan keputusan bisnis berdasarkan data yang ada.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Tambahkan-judul-8.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Tambahkan-judul-8.png\",\"width\":600,\"height\":400,\"caption\":\"Perbedaan Data Analyst dan Data Scientist\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Perbedaan Data Analyst dan Data Scientist\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/\",\"name\":\"digidesain\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"digidesain\",\"url\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cropped-Logo_Kompetitor_Ditekindo_Transparan-29-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cropped-Logo_Kompetitor_Ditekindo_Transparan-29-removebg-preview.png\",\"width\":821,\"height\":304,\"caption\":\"digidesain\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/#\/schema\/person\/d280cd31dcb72556d28bb5e5d800edc7\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3dcf6ac8dbcf6d7ff9d94e77a3d4678358491d700ca4e9e22887fb52fcd0009?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3dcf6ac8dbcf6d7ff9d94e77a3d4678358491d700ca4e9e22887fb52fcd0009?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/digidesain.com\"],\"url\":\"https:\/\/digidesain.com\/blog\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perbedaan Data Analyst dan Data Scientist - digidesain","description":"Jadi, kesimpulannya apa sih perbedaan data analyst dan data scientist? Data analyst lebih fokus pada analisis data historis dan membantu pengambilan keputusan bisnis berdasarkan data yang ada.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Perbedaan Data Analyst dan Data Scientist - digidesain","og_description":"Jadi, kesimpulannya apa sih perbedaan data analyst dan data scientist? Data analyst lebih fokus pada analisis data historis dan membantu pengambilan keputusan bisnis berdasarkan data yang ada.","og_url":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/","og_site_name":"digidesain","article_published_time":"2025-07-08T07:25:48+00:00","og_image":[{"width":600,"height":400,"url":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Tambahkan-judul-8.png","type":"image\/png"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/#\/schema\/person\/d280cd31dcb72556d28bb5e5d800edc7"},"headline":"Perbedaan Data Analyst dan Data Scientist","datePublished":"2025-07-08T07:25:48+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/"},"wordCount":730,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Tambahkan-judul-8.png","keywords":["data"],"articleSection":["Data Analyst"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/","url":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/","name":"Perbedaan Data Analyst dan Data Scientist - digidesain","isPartOf":{"@id":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Tambahkan-judul-8.png","datePublished":"2025-07-08T07:25:48+00:00","description":"Jadi, kesimpulannya apa sih perbedaan data analyst dan data scientist? Data analyst lebih fokus pada analisis data historis dan membantu pengambilan keputusan bisnis berdasarkan data yang ada.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/#primaryimage","url":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Tambahkan-judul-8.png","contentUrl":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Tambahkan-judul-8.png","width":600,"height":400,"caption":"Perbedaan Data Analyst dan Data Scientist"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/perbedaan-data-analyst-dan-data-scientist\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perbedaan Data Analyst dan Data Scientist"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/","name":"digidesain","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/#organization","name":"digidesain","url":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cropped-Logo_Kompetitor_Ditekindo_Transparan-29-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cropped-Logo_Kompetitor_Ditekindo_Transparan-29-removebg-preview.png","width":821,"height":304,"caption":"digidesain"},"image":{"@id":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/#\/schema\/person\/d280cd31dcb72556d28bb5e5d800edc7","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3dcf6ac8dbcf6d7ff9d94e77a3d4678358491d700ca4e9e22887fb52fcd0009?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3dcf6ac8dbcf6d7ff9d94e77a3d4678358491d700ca4e9e22887fb52fcd0009?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/digidesain.com"],"url":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2757","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2757"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2757\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2759,"href":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2757\/revisions\/2759"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2758"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2757"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2757"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/digidesain.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2757"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}